Aksi sex

Ruang prakteknya yang dipenuhi oleh benda-benda pusaka, dan segenap wewangian kemenyan serta sesaji bagi iblis sesembahannya menambah keangkeran dukun berusia 60 tahun dengan jambang lebat memenuhi wajahnya.

Pasien berikutnya adalah Nyonya Rusmi dan diantar oleh puterinya Nina.

Karena merasa tidak begitu percaya diri, maka dirinya pergi ke mbah dukun yang terkenal untuk mendapatkan ‘pegangan’ agar dirinya bisa lolos pada pemilu tersebut.

Aksi sex-29

Cerita Sex – setelah sebelumnya ada kisah Desahan Nikmat ML Kakak Pacarku Berkulit Putih, kini ada cerita Aksi Dukun Cabul Setubuhi Wanita Calon Pejabat.selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita Cerita panas dukun cabul ini merupakan sebuah kisah mengenai seorang wanita yang berniat untuk melancarkan niatnya agar terpilih dalam pemilu calon anggota dewan legislatif di daerahnya.Sengaja dia minta antar puterinya, karena kesibukan suaminya sebagai pengusaha yang mengharuskan melakukan perjalanan bisnis ke Eropa.Jilbab kuning yang membungkus kepalanya menambah kanggunan wanita berparas cantik ini.Gadis ini tampil santai dengan kaos merek Zara yang ketat lengkap dengan jeans hitam yang lekat dengan pahanya yang ramping.

“Silahkan duduk Nyonya Rusmi dan Dik Nina….” ujar Mbah Marjono mempersilahkan kedua pasien terakhirnya ini untuk duduk di karpet tepat di depan meja praktiknya. ” tanya Nyonya Rusmi makin kaget sekaligus makin percaya pada kesaktian sang dukun.

Jemarinya semakin nakal memainkan puting Nyonya Rusmi.

Terus turun ke sela-sela paha Nyonya Rusmi, memainkan vagina Sang Nyonya.

Bibir dan lidahnya menyerbu bibir vagina Sang Nyonya. Pantatnya naik turun seakan ingin lidah Mbah Marjono tertancap lebih dalam. “Ini saatnya.” Pikir Mbah Marjono membuka pakaian dan celananya dengan buru-buru lalu naik ke atas dipan, mengambil posisi di sela paha Rusmi. ”Tiba-tiba semua perhatian Mbah Marjono terbelah oleh pertanyaan Nina. Beda ama ibunya, Nina tentu saja masih sangat sadar. Mamamu harus melakukan ritual tertinggi kharisma asmaradana.

Aku harus menyatu lewat persenggamaan untuk membongkar tabir jahat pada Mamamu. Kamu mau pengorbanan Mamamu tidak sia-sia bukan, Nduk? Dan bantu perjuangan Mbah dan Mama dengan rapalan tadi….” perintah Mbah Marjono sambil mengembalikan konsentrasinya pada penisnya yang sudah berdiri tegak.

Keahliannya sangat tersohor, dari pelet sampai santet.